Rabu, 20 November 2013

10 Speaker Monitor Studio Recording Terbaik

10 Speaker Monitor Studio Recording Terbaik

Membeli satu set studio monitor yang layak memang terkadang membingungkan, dengan mengambil beberapa standar industri Yamaha NS10 sudah lama hilang - pasar sekarang penuh dengan alternatif yang layak.

Dengan munculnya fasilitas ruang yang ada menjadi biasa di berbagai pasar, dan ungkapan-ungkapan seperti "bass refleks" dan "porting" yang dilemparkan di berbagai media, memilih sepasang monitor sesuai dengan kebutuhan Anda tidak mudah. Artikel ini saya buat untuk memandu Anda melalui 10 monitor studio terbaik di bawah Harga Rp 15 juta . dengan Rekomendasi dari para ahli kami menguraikan fitur kunci mereka dan karakteristik yang mungkin membuat mereka untuk Produksi Studio Profesional permanen, maupun HOME RECORDING PROFESIONAL. Berikut 10 Speaker Monitor Studio Terbaik..


1. ADAM A7X Monitors

Adam A7X Active Studio Monitor
Speaker Type : Active
Frequency Range : 42-50000Hz
Low Frequency Driver : 7″
High Frequency Driver : 2″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 337mm x 201mm x 280mm
Weight : 9.2kg


2. MACKIE HR 824 MK2

Mackie HR 824 MK2
Speaker Type : Active
Frequency Range : 35 Hz – 22 kHz
Low Frequency Driver : 8″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 42.5mm x 27.3mm x 35.1mm
Weight : 15.7kg


3. GENELEC 8030A Bi-Amplyfied System

Genelec 8030A
Speaker Type : Active
Frequency Range : 58-20kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : No
XLR : Yes
Dimensions : 285 x 189 x 178 mm
Weight : 7.3kg


4. SONODYNE SM 50AK

Sonodyne SM 50AK
Speaker Type : Active
Frequency Range : 70Hz-22 kHz
Low Frequency Driver : 5.25″
High Frequency Driver : 26mm
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 180mm x 262mm x 220mm
Weight : 6.3kg


5. FOSTEX PM 2 MK II

Fostex PM2 MKII
Speaker Type : Active
Frequency Range : 50Hz-20kHz
Low Frequency Driver : 8.75″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 254 x 411 x 300 mm
Weight : 14.7kg


6. FOCAL CMS 40

Focal CMS 40
Speaker Type : Active
Frequency Range : 60Hz-28kHz
Low Frequency Driver : 4″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : RCA only
XLR : Yes
Dimensions : 238 x 156 x 155mm
Weight : 5.5kg


7. JBL LSR 2325P

JBL LSR2325P
Speaker Type : Active
Frequency Range : 43 Hz – 20 kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes + RCA
XLR : Yes
Dimensions : 303 x 187 x 258 mm
Weight : 7.7 Kg


8. KRK Rokit RP8 G2

KRK Rokit RP8 G2
Speaker Type : Active
Frequency Range : 45Hz – 20kHz
Low Frequency Driver : 8″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes & RCA
XLR : Yes
Dimensions : 38.1cm x 26.5cm x 30.4cm
Weight : 11.8 Kg


9. TANNOY REVEAL 501A

Tannoy Reveal 501A
Speaker Type : Active
Frequency Range : 64Hz – 30kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 300 x 184 x 237mm
Weight : 5.45kg


10. M Audio Studiophile CX5

M Audio Studiophile CX5
Speaker Type : Active
Frequency Range : 50Hz – 30kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Combi & RCA
XLR : Yes
Dimensions : 304 x 190 x 288mm
Weight : 8.6kg

Selasa, 12 November 2013

Beberapa VST Amp Sim gratisan untuk guitar anda

Mesa Boogie / Triple Rectifier Solo Head
Yuk, sekarang kita bahas VST Amp Sim gratisan yang tersebar di internet. Dan yang pasti nya legal alias gratisan. Gk kalah keren kok sama yang berbayar. Sebelumnya maap kalo tata penulisannya agak kaku, udah lama gk nulis soalnya hehe :D.

Sebelumnya, kita harus tau dahulu gimana routing nya yah... Kita disini bahas yang direct langsung ke audio interface / soundcard aja yah... Jadi dari Guitar - Masuk ke Instrument in / Hi-Z pada audio interface.. Simple banget! :D

Instrument in? Hi-Z? Apaan tuh? Gk usah bingung.. coba baca-baca http://www.distorsi.net/2012/02/soundcard-audio-interface-ini-dia-tips.html. Disitu udah di terangin apa itu Instrument input dan Hi-Z.

Udah tau kan Guitarnya mau dicolok kemana? Oke lanjut.. Saat anda menggunakan routing diatas, sudah pasti suara gitar anda terdengar clean. Nah makanya kita butuh memproses gitar clean tersebut agar terdengar memakai fx, head amp, hingga cabinet hanya menggunakan software / VST freeware.

Bunyi gitar hingga akhirnya terdengar dalam lagu-lagu yang ada punya beberapa proses yang mungkin agak panjang kalau ditulis satu persatu hingga jadi seperti yang terdengar, intinya dasarnya adalah Guitar - FX Pedal / Rack - Head Amp / Amp - Cabinet (yang ditodong dengan microphone).

FX - Amp - Cab (Real Record)

Nah dari situ kita tau, paling tidak kita butuh Head Amp / Amp  dan Cabinet nya, jadi gk bisa pake salah satu aja, Kecuali kalo combo loh yah kaya gambar dibawa ini hehe
Combo Amp


Nah tapi dari pada melebar kemana-mana, Disini kita bahas Head Amp (Amp Simulator) aja dulu yah :D


LePou
Yuk ah gk usah banyak muter-muter, Pertama kita coba lihat-lihat plugins-plugins dari LePou. Ini beberapa produsen plugins gratisan favorite saya. Satu kata, SEMPURNA :p mumpung masih gratisan langsung ke web nya, terus di download-in aja dulu -> http://lepouplugins.blogspot.com/
  • SoloC = Soldano SLO
  • Lextac = Bogner Ecstasy
  • Lecto = Mesa Rectifier
  • Hybrit = Marshall 
  • Le456 = Engl
  • Legion = Original design
Ini beberapa sample yang bisa ditemuin di youtube.. Kalo masih penasaran, langsung aja ke youtube buat search sendiri ;)

SoloC


Lecto


Le456


Legion




TSE
Yang Kedua kita punya plugins dari TSE : http://www.theserinaexperiment.net/
  • X50 = Peavey 5150 
  • X30 = Engl e530 
  • BOD = Sansamp
  • Gk hanya Amp Sim aja, mereka juga punya Tubescreamer yang mantab..
Penasaran sama sample nya? yuk maree

X50


X30




nick crow lab

https://sites.google.com/site/nickcrowlab/ 
Suaranya gimana? yuk langsung dengerin :D





acme bar gig

http://www.acmebargig.com/
Download di : http://www.acmebargig.com/product/shred/


Skip ke 2:50 untuk dengerin demonya


ignite amps
http://www.guitarampmodeling.com/viewforum.php?f=96&sid=c7449c47d8cfbcade21eecba0066ace7





auraplug
http://www.auraplug.com/site/ 



NDzeit
NDzeit Dirthead
http://www.ndzeit.org/guitar/dirthead_0.61.zip 





Beberapa Istilah Dalam Dunia Audio

Begitu banyak bahasa yang digunakan dalam dunia audio, dan terkadang sering kali membingungkan kita sebagai praktisi/musisi/penikmat/pengamat dalam dunia audio. Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Anechoic Chamber :
Suatu ruangan yang dirancang khusus untuk menghilangkan pantulan suara dari dinding. Idealnya, sebuah anechoic chamber tidak menimbulkan pantulan suara pada frekuensi berapa pun (dindingnya menyerap semua frekuensi) dan dapat ‘me-reproduksi’ suara asli yang telah di rancang/desain seakurat mungkin terhadap percobaan yang kita lakukan disitu.

Audio Mixer :
Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.

Basilar membrane :
Suatu lapisan didalam rumah siput telinga bagian dalam kita yang bertugas menganalisa frekuensi dari gelombang suara yang diterima oleh gendang telinga.

Clip On :
Jenis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.

Clipping :
Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitudo suara melewati ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.

Complex tone :
Nada/suara yang mempunyai beberapa kandungan frekuensi, 99,9% jenis suara yang kita dengar adalah complex tone, hanya beberapa suara saja yang disebut pure tone (mempunyai kandungan satu macam frekuensi saja) seperti sine wave, beberapa jenis suara burung dan lain-lain.

Compressor :
Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.

Critical bandwidth :
Lebarnya bandwidth suatu band-passed noise yang dapat menutup suatu narraow band signal yang mempunyai frekuensi tengah dalam daerah yang sama. Critical band diartikan suatu daerah yang membatasi suatu sensasi roughness dimana satu frekuensi dapat terdengar dengan jelas.

DAW (Digital Audio Workstation) :
Perangkat rekaman yang berbasis digital atau komputer. Seperti Nuendo, cubase, Sonar dll...

Decibel (dB) :
unit logaritmik untuk mengukur level suara.
(sebuah satuan yg digunakan untuk mengukur suara, seperti cm(centimeter) pada jarak).

D.I. Box :
Alat yang berfungsi untuk mengubah signal unbalanced (-10dB) menjadi balanced (+4dB).

Diffuser :
Alat/materi yang secara umum memantulkan suara dan dipasang untuk mengurangi suatu pantulan yang terfokus, biasanya diffuser dipakai untuk menyebarkan frekuensi tertentu ke segala arah dengan rata (sering disebut dengan sebutan diffuser).

Difraksi :
Salah satu sifat suara yang dapat “memutar” jika menabrak benda yang besarnya lebih kecil dari gelombangnya.

Early reflection / pantulan-pantulan awal suara :

Pantulan-pantulan awal suara dari sumber suara yang sampai ketelinga kita rata-rata dengan satu/dua kali memantul dari dinding/langit-langit/lantai. Besarnya sangat dipengaruhi oleh koefisien penyerapan suara dari bahan-bahan yang terpasang pada dinding /langit-langit/lantai. Suara ini biasanya sampai ditelinga kita tidak lebih dari 50ms setelah suara asli dari sumber suara sampai.

Equalizer :
Alat untuk mengubah tonal balance dari suatu spektrum suara.
(Alat yg bs meng-CUT/mem-boost frequency yg diinginkan dengan Q-factor tertentu)

Fundamental frequency / frekuensi dasar:
Frekuensi alam (natural frequency terendah yang dihasilkan suatu system (harmonic pertama).

Frekuensi / frequency :
Banyaknya getaran yang terjadi dalam jangka waktu tertentu (satuan nya adalah Hertz, yang biasa disingkat Hz).

FOH (Front Of House) :
Tempat yang digunakan untuk meng-control sound system.

Handheld Microphone :
Microphone yg dipegang oleh tangan/microphone genggam.

Harmonic:
Frekuensi-frekuensi spectrum suara yang berkelipatan bulat terhadap frekuensi dasar.

Infrasonic:
Frekuensi/suara dibawah batas pendengaran kita (kurang dari 20Hz).

Microphone :
Suatu alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Millisecond (ms):
Mili-detik. Sama dengan satu perseribu detik (1/1000 detik = 1 ms).

Mixer Monitor :
Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.

Noise:
Suara yang tidak dinginkan.

Omnidirectional :
Polar pattern yang dapat menerima suara dari segala arah.

Overtones:
Frekuensi –frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi dasar, dapat berkelipatan bulat atau pecahan.

PA (Public Address) System:
Bahasa professional untuk sound system yg menghadap ke penonton.

Phonemes:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Pink Noise :
Frekuensi dari 20Hz-20KHz dibunyikan secara bersamaan dengan volume kekerasan yang sama.

Resonansi:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Reverberation time:
Waktu yang dibutuhkan suara untuk berkurang 60dB disuatu ruangan yang mempunyai dinding-dinding reflective.

Reverberance:
Suatu sensasi reverberation didalam sebuah ruangan, dapat juga diartikan sensasi dimana kita dikelilingi oleh suara.

RTA (Real Time Analyzer):

Alat untuk mendeteksi frequency, bentuknya seperti PDA namun built in microphone.

Sensitivity :
Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh
microphone akibat energy suara yang mengenai membran
microphone.

Speech Intelligibility :
Kemampuan untuk mendengar dan memahami suatu pembicaraan,

SPL (sound pressure Level) :
Level tekanan yg di sebabkan gelombang suara biasa dengan satuan dB, bisa dilihat di setiap microphone (kemampuan SPL sebuah Microphone).

Tinnitus :
Sensasi ringing/buzzing/roaring/mendengung didalam telinga. Adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi dalam telinga kita.

Ultra sonic :
Frekuensi/suara diatas batas pendengaran kita (diatas 20.000 Hz)

White noise:
Suara yang tidak mengandung informasi, dimana suara ini mempunyai energy yang sama pada tiap interval frekunsinya. Contoh adalah suara air terjun.

Wirelless microphone :
Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.



Disalin dari
Forum HTT Kakus
Thread Istilah/Bahasa Dalam Dunia Audio
Oleh mostalavista