Rabu, 20 November 2013

10 Speaker Monitor Studio Recording Terbaik

10 Speaker Monitor Studio Recording Terbaik

Membeli satu set studio monitor yang layak memang terkadang membingungkan, dengan mengambil beberapa standar industri Yamaha NS10 sudah lama hilang - pasar sekarang penuh dengan alternatif yang layak.

Dengan munculnya fasilitas ruang yang ada menjadi biasa di berbagai pasar, dan ungkapan-ungkapan seperti "bass refleks" dan "porting" yang dilemparkan di berbagai media, memilih sepasang monitor sesuai dengan kebutuhan Anda tidak mudah. Artikel ini saya buat untuk memandu Anda melalui 10 monitor studio terbaik di bawah Harga Rp 15 juta . dengan Rekomendasi dari para ahli kami menguraikan fitur kunci mereka dan karakteristik yang mungkin membuat mereka untuk Produksi Studio Profesional permanen, maupun HOME RECORDING PROFESIONAL. Berikut 10 Speaker Monitor Studio Terbaik..


1. ADAM A7X Monitors

Adam A7X Active Studio Monitor
Speaker Type : Active
Frequency Range : 42-50000Hz
Low Frequency Driver : 7″
High Frequency Driver : 2″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 337mm x 201mm x 280mm
Weight : 9.2kg


2. MACKIE HR 824 MK2

Mackie HR 824 MK2
Speaker Type : Active
Frequency Range : 35 Hz – 22 kHz
Low Frequency Driver : 8″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 42.5mm x 27.3mm x 35.1mm
Weight : 15.7kg


3. GENELEC 8030A Bi-Amplyfied System

Genelec 8030A
Speaker Type : Active
Frequency Range : 58-20kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : No
XLR : Yes
Dimensions : 285 x 189 x 178 mm
Weight : 7.3kg


4. SONODYNE SM 50AK

Sonodyne SM 50AK
Speaker Type : Active
Frequency Range : 70Hz-22 kHz
Low Frequency Driver : 5.25″
High Frequency Driver : 26mm
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 180mm x 262mm x 220mm
Weight : 6.3kg


5. FOSTEX PM 2 MK II

Fostex PM2 MKII
Speaker Type : Active
Frequency Range : 50Hz-20kHz
Low Frequency Driver : 8.75″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 254 x 411 x 300 mm
Weight : 14.7kg


6. FOCAL CMS 40

Focal CMS 40
Speaker Type : Active
Frequency Range : 60Hz-28kHz
Low Frequency Driver : 4″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : RCA only
XLR : Yes
Dimensions : 238 x 156 x 155mm
Weight : 5.5kg


7. JBL LSR 2325P

JBL LSR2325P
Speaker Type : Active
Frequency Range : 43 Hz – 20 kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes + RCA
XLR : Yes
Dimensions : 303 x 187 x 258 mm
Weight : 7.7 Kg


8. KRK Rokit RP8 G2

KRK Rokit RP8 G2
Speaker Type : Active
Frequency Range : 45Hz – 20kHz
Low Frequency Driver : 8″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes & RCA
XLR : Yes
Dimensions : 38.1cm x 26.5cm x 30.4cm
Weight : 11.8 Kg


9. TANNOY REVEAL 501A

Tannoy Reveal 501A
Speaker Type : Active
Frequency Range : 64Hz – 30kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Yes
XLR : Yes
Dimensions : 300 x 184 x 237mm
Weight : 5.45kg


10. M Audio Studiophile CX5

M Audio Studiophile CX5
Speaker Type : Active
Frequency Range : 50Hz – 30kHz
Low Frequency Driver : 5″
High Frequency Driver : 1″
Shielded : Yes
TRS Jack : Combi & RCA
XLR : Yes
Dimensions : 304 x 190 x 288mm
Weight : 8.6kg

Selasa, 12 November 2013

Beberapa VST Amp Sim gratisan untuk guitar anda

Mesa Boogie / Triple Rectifier Solo Head
Yuk, sekarang kita bahas VST Amp Sim gratisan yang tersebar di internet. Dan yang pasti nya legal alias gratisan. Gk kalah keren kok sama yang berbayar. Sebelumnya maap kalo tata penulisannya agak kaku, udah lama gk nulis soalnya hehe :D.

Sebelumnya, kita harus tau dahulu gimana routing nya yah... Kita disini bahas yang direct langsung ke audio interface / soundcard aja yah... Jadi dari Guitar - Masuk ke Instrument in / Hi-Z pada audio interface.. Simple banget! :D

Instrument in? Hi-Z? Apaan tuh? Gk usah bingung.. coba baca-baca http://www.distorsi.net/2012/02/soundcard-audio-interface-ini-dia-tips.html. Disitu udah di terangin apa itu Instrument input dan Hi-Z.

Udah tau kan Guitarnya mau dicolok kemana? Oke lanjut.. Saat anda menggunakan routing diatas, sudah pasti suara gitar anda terdengar clean. Nah makanya kita butuh memproses gitar clean tersebut agar terdengar memakai fx, head amp, hingga cabinet hanya menggunakan software / VST freeware.

Bunyi gitar hingga akhirnya terdengar dalam lagu-lagu yang ada punya beberapa proses yang mungkin agak panjang kalau ditulis satu persatu hingga jadi seperti yang terdengar, intinya dasarnya adalah Guitar - FX Pedal / Rack - Head Amp / Amp - Cabinet (yang ditodong dengan microphone).

FX - Amp - Cab (Real Record)

Nah dari situ kita tau, paling tidak kita butuh Head Amp / Amp  dan Cabinet nya, jadi gk bisa pake salah satu aja, Kecuali kalo combo loh yah kaya gambar dibawa ini hehe
Combo Amp


Nah tapi dari pada melebar kemana-mana, Disini kita bahas Head Amp (Amp Simulator) aja dulu yah :D


LePou
Yuk ah gk usah banyak muter-muter, Pertama kita coba lihat-lihat plugins-plugins dari LePou. Ini beberapa produsen plugins gratisan favorite saya. Satu kata, SEMPURNA :p mumpung masih gratisan langsung ke web nya, terus di download-in aja dulu -> http://lepouplugins.blogspot.com/
  • SoloC = Soldano SLO
  • Lextac = Bogner Ecstasy
  • Lecto = Mesa Rectifier
  • Hybrit = Marshall 
  • Le456 = Engl
  • Legion = Original design
Ini beberapa sample yang bisa ditemuin di youtube.. Kalo masih penasaran, langsung aja ke youtube buat search sendiri ;)

SoloC


Lecto


Le456


Legion




TSE
Yang Kedua kita punya plugins dari TSE : http://www.theserinaexperiment.net/
  • X50 = Peavey 5150 
  • X30 = Engl e530 
  • BOD = Sansamp
  • Gk hanya Amp Sim aja, mereka juga punya Tubescreamer yang mantab..
Penasaran sama sample nya? yuk maree

X50


X30




nick crow lab

https://sites.google.com/site/nickcrowlab/ 
Suaranya gimana? yuk langsung dengerin :D





acme bar gig

http://www.acmebargig.com/
Download di : http://www.acmebargig.com/product/shred/


Skip ke 2:50 untuk dengerin demonya


ignite amps
http://www.guitarampmodeling.com/viewforum.php?f=96&sid=c7449c47d8cfbcade21eecba0066ace7





auraplug
http://www.auraplug.com/site/ 



NDzeit
NDzeit Dirthead
http://www.ndzeit.org/guitar/dirthead_0.61.zip 





Beberapa Istilah Dalam Dunia Audio

Begitu banyak bahasa yang digunakan dalam dunia audio, dan terkadang sering kali membingungkan kita sebagai praktisi/musisi/penikmat/pengamat dalam dunia audio. Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Anechoic Chamber :
Suatu ruangan yang dirancang khusus untuk menghilangkan pantulan suara dari dinding. Idealnya, sebuah anechoic chamber tidak menimbulkan pantulan suara pada frekuensi berapa pun (dindingnya menyerap semua frekuensi) dan dapat ‘me-reproduksi’ suara asli yang telah di rancang/desain seakurat mungkin terhadap percobaan yang kita lakukan disitu.

Audio Mixer :
Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.

Basilar membrane :
Suatu lapisan didalam rumah siput telinga bagian dalam kita yang bertugas menganalisa frekuensi dari gelombang suara yang diterima oleh gendang telinga.

Clip On :
Jenis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.

Clipping :
Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitudo suara melewati ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.

Complex tone :
Nada/suara yang mempunyai beberapa kandungan frekuensi, 99,9% jenis suara yang kita dengar adalah complex tone, hanya beberapa suara saja yang disebut pure tone (mempunyai kandungan satu macam frekuensi saja) seperti sine wave, beberapa jenis suara burung dan lain-lain.

Compressor :
Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.

Critical bandwidth :
Lebarnya bandwidth suatu band-passed noise yang dapat menutup suatu narraow band signal yang mempunyai frekuensi tengah dalam daerah yang sama. Critical band diartikan suatu daerah yang membatasi suatu sensasi roughness dimana satu frekuensi dapat terdengar dengan jelas.

DAW (Digital Audio Workstation) :
Perangkat rekaman yang berbasis digital atau komputer. Seperti Nuendo, cubase, Sonar dll...

Decibel (dB) :
unit logaritmik untuk mengukur level suara.
(sebuah satuan yg digunakan untuk mengukur suara, seperti cm(centimeter) pada jarak).

D.I. Box :
Alat yang berfungsi untuk mengubah signal unbalanced (-10dB) menjadi balanced (+4dB).

Diffuser :
Alat/materi yang secara umum memantulkan suara dan dipasang untuk mengurangi suatu pantulan yang terfokus, biasanya diffuser dipakai untuk menyebarkan frekuensi tertentu ke segala arah dengan rata (sering disebut dengan sebutan diffuser).

Difraksi :
Salah satu sifat suara yang dapat “memutar” jika menabrak benda yang besarnya lebih kecil dari gelombangnya.

Early reflection / pantulan-pantulan awal suara :

Pantulan-pantulan awal suara dari sumber suara yang sampai ketelinga kita rata-rata dengan satu/dua kali memantul dari dinding/langit-langit/lantai. Besarnya sangat dipengaruhi oleh koefisien penyerapan suara dari bahan-bahan yang terpasang pada dinding /langit-langit/lantai. Suara ini biasanya sampai ditelinga kita tidak lebih dari 50ms setelah suara asli dari sumber suara sampai.

Equalizer :
Alat untuk mengubah tonal balance dari suatu spektrum suara.
(Alat yg bs meng-CUT/mem-boost frequency yg diinginkan dengan Q-factor tertentu)

Fundamental frequency / frekuensi dasar:
Frekuensi alam (natural frequency terendah yang dihasilkan suatu system (harmonic pertama).

Frekuensi / frequency :
Banyaknya getaran yang terjadi dalam jangka waktu tertentu (satuan nya adalah Hertz, yang biasa disingkat Hz).

FOH (Front Of House) :
Tempat yang digunakan untuk meng-control sound system.

Handheld Microphone :
Microphone yg dipegang oleh tangan/microphone genggam.

Harmonic:
Frekuensi-frekuensi spectrum suara yang berkelipatan bulat terhadap frekuensi dasar.

Infrasonic:
Frekuensi/suara dibawah batas pendengaran kita (kurang dari 20Hz).

Microphone :
Suatu alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Millisecond (ms):
Mili-detik. Sama dengan satu perseribu detik (1/1000 detik = 1 ms).

Mixer Monitor :
Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.

Noise:
Suara yang tidak dinginkan.

Omnidirectional :
Polar pattern yang dapat menerima suara dari segala arah.

Overtones:
Frekuensi –frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi dasar, dapat berkelipatan bulat atau pecahan.

PA (Public Address) System:
Bahasa professional untuk sound system yg menghadap ke penonton.

Phonemes:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Pink Noise :
Frekuensi dari 20Hz-20KHz dibunyikan secara bersamaan dengan volume kekerasan yang sama.

Resonansi:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Reverberation time:
Waktu yang dibutuhkan suara untuk berkurang 60dB disuatu ruangan yang mempunyai dinding-dinding reflective.

Reverberance:
Suatu sensasi reverberation didalam sebuah ruangan, dapat juga diartikan sensasi dimana kita dikelilingi oleh suara.

RTA (Real Time Analyzer):

Alat untuk mendeteksi frequency, bentuknya seperti PDA namun built in microphone.

Sensitivity :
Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh
microphone akibat energy suara yang mengenai membran
microphone.

Speech Intelligibility :
Kemampuan untuk mendengar dan memahami suatu pembicaraan,

SPL (sound pressure Level) :
Level tekanan yg di sebabkan gelombang suara biasa dengan satuan dB, bisa dilihat di setiap microphone (kemampuan SPL sebuah Microphone).

Tinnitus :
Sensasi ringing/buzzing/roaring/mendengung didalam telinga. Adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi dalam telinga kita.

Ultra sonic :
Frekuensi/suara diatas batas pendengaran kita (diatas 20.000 Hz)

White noise:
Suara yang tidak mengandung informasi, dimana suara ini mempunyai energy yang sama pada tiap interval frekunsinya. Contoh adalah suara air terjun.

Wirelless microphone :
Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.



Disalin dari
Forum HTT Kakus
Thread Istilah/Bahasa Dalam Dunia Audio
Oleh mostalavista




Minggu, 22 September 2013

Tips vokalis sebelum take rekaman

persiapan sang vokalis sebelum rekaman.,,untuk dapetin hasil yg baik,apa aja itu..mari kita bahas,,., :)


1. Artikulasi Kata ,bernyanyilah seperti kita berbicara. Maka si pendengar  lagu akan bisa menangkap dengan jelas apa yang kita sampaikan. Kalau kita sudah bernyanyi dgn jelas seperti orang berbicara, maka tidak sadar pula bahwa kita sudah bernyanyi dgn padat.
2. Jarak Mic ,saat rekaman... jarak yg baik adalah berjarak 1 jengkal tangan antara mic dan bibir kita atau 15-24  cm, karena bila kita bernyanyi dekat sekali dengan mic akan menimbulkan suara “beb” (letupan) ataupun “desis” (hizzing) yg terlalu berlebihan.
3. Soul / Penjiwaan ,ini sangat penting buat seorang penyanyi. Karena rasa itu digunakan tuk menyampaikan apa isi dari lirik lagu yg dinyanyikan ,disini lah letak pentingnya dinamika bernyanyi, krn bisa memainkan emosi pendengar. Meskipun penyanyi tdk lagi sedih tapi harus  nyanyi sedih. Jika hal itu sudah bisa kamu pahami dan jiwai, dijamin suara kamu bakal terdengar lebih baik. 
4. Compressor,Fungsinya untuk mengompres vokal yg terlalu besar  dinamikanya. Sbenarnya manusia sendiri punya compressor, teriak tapi tidak peak. Caranya menahan alunan tenaga dari diaphragm ke pita suara, tapi tidak mengurangi nada/tone vokal kita. Itulah yang disebut “level control”. Diperlukan teknik serta latihan yang cukup  untuk dapat menguasainya dengan baik. Berlatihlah dari sekarang :-)
5. Tone Vokal ,Mungkin vokal bervolume kecil bisa di manipulasi dgn berbagai macam  peralatan compressor sehingga terdengar menjadi keras. Tapi sesungguhnya  vokal itu hanya keras tapi tidak bertenaga (powerless). Oleh dari itu maksimalkan ‘tone vocal’ Anda.
6. Jaga Kesehatan ,sebelum rekaman alangkah baiknya vokalis menjaga kesehatannya, jgn sampai terkena flu yg akhirnya menderita suara bindeng. Apabila bindeng, suara kamu dengan musik  tidak akan menyatu atau suara tidak mengikuti tune musik atau biasa disebut FALS. Meski saat ini banyak software yang berguna untuk meng-tune kan suara vokal kamu, namun lebih natural lebih bagus :-)
7. Pemanasan ,beberapa jam sebelum rekaman / tracking vocal, biasakan  relaksasi atau pemansan agar pita suara gak kaget saat nanti rekaman.
8. Koreksi ,tanpa ada satupun plug in atau efek yang menempel di track kita. Apakah sdh puas dgn hasil rekamannya?.. Klo belum ulangi. Bernyanyi itu tergantung mood atau perasaan hati, jadi jagalah mood itu  baik-baik selama kamu melakukan rekaman vokal. Jangan tegang dan jangan ragu untuk meminta pendapat dari operator studio atau orang yang berada saat kita rekaman.

Senin, 02 September 2013

Pengertian Home Recording !

Home Recording

Banyak yg bertanya apa sih home recording itu..disni saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu home recording..

Home Recording bukan barang asing lagi, tapi apa loe semua tahu komponen apa saja yg dibutuhkan? Selain itu apa aja manfaatnya untuk pengguna dan pastinya estimasi biaya yang dibutuhkan buat bikin Home Recording. Berikut penjelasannya

1. Apa sih Home Recording itu?
Pengertian sederhananya adalah studio rekaman di dalam rumah/kamar. Konsep dari Home Recording sendiri yaitu mengadaptasi sistem analog yang biasa digunakan di studio rekaman konvensional, menjadi sistem digital ke dalam ruangan/kamar dengan ukuran minimalis. Software (Sistem Digital) yang digunakan untuk menggantikan alat - alat analog itu disebut Digital Audio Workstasion (DAW).

2. Apa saja kelebihan dari DAW?
Dibandingkan dengan studio rekaman konvensional yang banyak pake system analog seperti menggunakan pita sebagai media rekamnya, ato instrumen yang butuh ruangan luas seperti drum, perkusi, DAW jelas jadi solusi buat loe yang pingin punya studio rekaman sederhana di kamar pribadi.
- hemat tempat & fleksibel – bagi pengguna laptop dapat juga digunakan untuk live.
- setting alat lebih mudah – karena serba digital jd tidak membutuhkan banyak alat.
- membutuhkan kabel lebih sedikit – lebih banyak bekerja dengan software.
- jumlah track tidak terbatas – bergantung kemampuan hard-disk PC/laptop.
- harga lebih terjangkau – dapat disesuaikan dengan budget yg ada.
- lebih simple dengan adanya virtual drum,grand piano,bass,biola,angklung,harmonika,dll.semua bisa         dilakukan dengan software dengan sound yg hampir sempurna alias real.
- kualitas suara tidak kalah bagus dengan studio rekaman konvensional. DAW juga mampu jadi media untuk menyalurkan kreativitas sekaligus sarana investasi, bagi penghobi musik & audio.

Macam - Macam DAW :
- Nuendo
- Cubase
- Adobe Audition
- Fruity Loop (FL Studio)
- Cakewalk
- Protools
- Sonic Acid
- Wavelab, Dll

3. Komponen apa saja yg dibutuhkan untuk Home recording?
Untuk membangun sebuah Home Recording, berikut ini komponen-komponen yang harus diperhatikan :
- Komputer (PC) / Laptop
- Soundcard/Converter/Audio Interface
- Speaker Monitor
- Mikrofon
- Software
- PreAmp

berikut contoh gambar home recording !






semoga bermanfaat :)





sumber : google & me










Selasa, 25 Juni 2013

Sejarah Home Recording "Hamsi Record"

oke kali ini gw akan ngebahas perjalanan dari awal sampe skrg di buatnya home recording studio milik gw "Hamsi_Record"..,
Bermula terisnpirasi dari studio nya lam-lam "closehead: yg skrg bernama "Sound Of Monkey".
awal mulanya dari sekedar hobi bermusik dan karena keterbatasan biaya recording untuk band sendiri pada saat itu.
dlu di palembang studio rekaman bertarif antara 300rb - 500rb/lagu..dan duit jajan kita sangat berat untuk membayar itu,mangkanya gw berfikir untuk rekaman sendiri dirumah dengan biaya yg sangat relatif murah :) 
dengan bermodalkan alat seadanya dan minim skill tentang dunia audio gw beranikan diri untuk mencoba belajar tentang audio..,apa itu recording????
bermodalkan info-info dari temen dan internet gw belajar otodidak dan sama sekali tdk ada bimbingan dri para guru engginer..pada tahun 2007 gw mulai suka dgn dunia recording dan mulai mencoba sendiri dirumah.,alat saat itu yg gw gunakan adalah seperangkat komputer pentium 4 dengan HD 40gb Ram 256mb -_- . program yg saya gunakan saat itu adalah cool edit pro.dan soundcard bawaan PC.
waktu demi waktu di tahun 2008 gw dikenalin sama DAW (Digital Audio Workstation) yg namanya nuendo 3..di software ini gw bisa lebih berkembang dan mengedit data-data audio lebih luas,walaupun pada saat itu gw beli software bajakan (jgn ditiru drmh) hehe :D
selama bertahun tahun belajar dan perkembangan moderenisasi akhirnya gw bisa sedikit2 demi sedikit menguasai..dulu korban band2 yg gw rekam adalah band remen-temen sendiri.
Baru setelah itu gw beli soundcard yg paling murah pada saat itu,yaitu M-Audio Fast Track dan samson C03..cuma gear itu yg gw gunain. :p blm punya speaker monior -___-


Dan tahun 2009 dengan modal skill dan modal yg lumayan gw beranikan diri untuk meng-komersilkan studio yg gw bangun sindiri..waktu itu tarif track recording sebesar 75rb/lagu :D "kantong untuk anak2 sekolah" :D
dengan tabungan dari hasil recording itu,baru gw bisa beli speaker monitor,preamp,soundacard,PC,dll.
sedikit semi sedikit mulai ramai yg main ke rumah gw buat nyobain recording disni. :) dan tarif pun jg berubah..hehehe..menjadi 250rb/lagu (trmsk mixing dan mastering)
dan beberapa gear yg gw pakai skrg masih sederhana kok...maklum low budget  :D






itu beberapa gear yg gw pakai..selebih nya menggunakan free VST ..wkwkkwk

karena gw sendiri suka punk dan musik2 cadas,band yg rekaman dsini pun seperti itu,,hahaha lol
walaupun tidak semua yg menyukai hasil recording gw,namun tdk sedikit jg yg merasa puas dan itu sangat membuat gw bangga. :)
intinya jangan malu untuk belajar dan bertanya.,dan jg jangan mudah menyerah !

beberapa band-band indie palembang pernah rekaman disini :
  • Titik Hitam
  • Senyum Manis
  • H.A.Y
  • Victoria
  • Waiting Death
  • After Eat Go Home
  • Taring
  • Si Manis Soccer
  • RYD
  • Asam Manis
  • Tarantula Hawk
  • Dream Visual
  • Showcase 04
  • April Moop
  • Power Of Snail
  • Replikadepresi
  • Rotten Egg
  • The Ham-Ham's
  • Pempek Rocket
  • Pempek Basi
  • Oseth
  • Tikus Got
  • Laki Bini
  • Lontank Klantonk
  • Life For Dead
  • Hate Love Song (WRB)
  • Everyday is Valentine
  • Broken Underwear
"masih banyak yang lain nya" yg ga kesebut maaf gw gw :(
dan untuk mendengarkan beberapa sample audio yg di rekam bisa di lihat di :
http://www.reverbnation.com/hamsirecord

Bagi yg blm pernah dan penasaran ingin nyobain rekaman disini silahkan bisa hubungi gw..hehe :)

https://twitter.com/HamsiMH
https://twitter.com/Hamsi_Record


info : 081918811556/08998785661(Hamsi)



"terima kasih buat yg udah ngebaca"  yg nulis : Hamsi Mohammad









Introduce !

Hello nama saya Hamsi Mohammad biasa di panggil Hamsi,
sedikit tentang hidup gw,anak bungsu dari dua bersaudara..,bintang gw capricorn "gak penting bgt" -_-.
gw bekerja sebagi amateur sound engginer di home recording milik sendiri (Hamsi_Record).
ga ada yg khusus dlm hidup gw cukup segini aja..sukur-sukur kalo di baca deh !! hehehe :D